Sebelum menggunakan fitur Quick Set pada MikroTik RouterOS, penting untuk memiliki pemahaman dasar tentang konfigurasi jaringan nirkabel. Ini meliputi pemahaman tentang protokol nirkabel, konfigurasi antena, pengaturan alamat IP, konfigurasi bridge, dan aspek keamanan jaringan.
Dengan pemahaman ini, pengguna dapat menggunakan fitur Quick Set dengan lebih efektif dan dapat melakukan penyesuaian yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan jaringan mereka. Meskipun Quick Set menyederhanakan proses konfigurasi, pemahaman tentang konsep dasar jaringan tetaplah penting untuk mengelola jaringan secara efektif.
Langkah-Langkah Konfigurasi Quick Set PTP Bridge CPE Mikrotik:
Persiapan:
- Hubungkan Router Mikrotik yang akan dijadikan CPE ke komputer melalui kabel Ethernet.
- Akses Winbox dan login ke Router Mikrotik Anda.
- Pastikan kedua perangkat (CPE dan AP) memiliki lisensi Mikrotik yang sesuai (level 3 untuk CPE dan level 4 untuk AP).
Buka menu Wireless > Quick Set.
- Pilih mode PTP Bridge CPE.
- Klik Scan untuk mencari PTP Bridge AP yang ingin Anda hubungkan.
- Pilih PTP Bridge AP yang diinginkan dari daftar hasil.
- Pilih enkripsi (WPA2/AES) dan masukkan kata sandi yang sama dengan PTP Bridge AP.
- Atur alamat IP statis atau pilih Use DHCP untuk mendapatkan IP secara otomatis.
- Klik Apply untuk menyimpan konfigurasi.
Buka Pengaturan IP >DHCP Client
- Cek apakah sudah terhubung dengan AP yang dituju kalau sudah akan menunjukkan status "bound"
Pilih Menu New Terminal
- Lalu ketikkan perintah "ping google.com" untuk mengecek konektivitas internet
- Jika muncul seperti di atas berarti sudah terhubung dengan internet melalui wireless
Fitur:
Menu Quick Set PTP Bridge CPE pada Router Mikrotik memungkinkan konfigurasi mudah untuk koneksi Point-to-Point (PTP) Bridge. Fitur ini membantu Anda menyambungkan dua lokasi terpencil secara transparan dalam jaringan yang sama. Berikut fitur-fiturnya:
- Pemilihan Mode: Pilih mode PTP Bridge CPE untuk perangkat yang terhubung ke PTP Bridge AP.
- Pencarian AP: Temukan PTP Bridge AP yang ingin Anda hubungkan.
- Konfigurasi IP: Atur alamat IP statis atau DHCP untuk CPE.
- Keamanan: Pilih enkripsi (WPA2/AES) dan masukkan kata sandi untuk koneksi yang aman.
- Monitoring: Pantau status koneksi, kekuatan sinyal, dan statistik lainnya.
Kapan Harus Menggunakan Mode PTP Bridge CPE:
- Koneksi Point-to-Point: Mode ini ideal digunakan ketika Anda ingin menjembatani dua lokasi secara nirkabel dalam jarak yang relatif dekat.
- Koneksi CPE: Cocok digunakan jika perangkat MikroTik Anda berfungsi sebagai pelanggan perangkat pusat (Central Point Equipment) dalam jaringan nirkabel.
Kegunaan menggunakan Mode PTP Bridge CPE:
- Membentuk Jaringan Nirkabel: Dengan mode PTP Bridge CPE, Anda dapat membuat jaringan nirkabel untuk menghubungkan dua lokasi secara langsung tanpa perlu infrastruktur kabel.
- Menghubung Titik-titik Jauh: Memungkinkan untuk menghubungkan titik-titik yang jauh secara nirkabel dengan kinerja yang baik
Kesimpulan:
Mode PTP Bridge CPE pada menu Quick Set menyederhanakan konfigurasi perangkat MikroTik untuk digunakan sebagai titik-titik nirkabel dalam jaringan point-to-point. Ini sangat berguna untuk mendirikan koneksi nirkabel antara dua titik tanpa harus melakukan konfigurasi manual yang rumit. Namun, perlu diingat bahwa penentuan mode terbaik bergantung pada kebutuhan spesifik jaringan dan lingkungan yang ada.
Reviewed by Khairul
on
Februari 15, 2024
Rating:





Tidak ada komentar: